Selasa, 11 Agustus 2009

Saat Ini Hari Ini Kehidupanmu


Saat Ini Hari ini Kehidupanmu

Resah gelisah karena banyak yang dipikirkan
Gundah cemas banyak memikir masa depan
Sungguh lancang manusia yang demikian
Memikir sesuatu yang belum di tetapkan

Sedih meratap masa silam yang ditinggalkan
Kesal menyesal merenungi kegagalan
Walau kau tangisi siang dan malam
Tak sejengkalpun terjadi perubahan

Memikir masa lalu dan masa depan menjadi beban
Beban penderitaan terakumulasi di masa sekarang
Masa sekarang adalah hari ini saat ini
Hari ini saat ini kau terkesimak

Kau terpaku diam membisu
Tak setitikpun melakukan sesuatu
Se akan mati dalam kehidupan
Bagai patung dirundung kelaparan

Beban penderitaan telah melilit kehidupan
Sungguh kelalaian yang tak dirasakan
Kau sia siakan liku liku kehidupan
Hampa dan hampa yang dirasakannya

hari ini saat ini kau diberi kesempatan
Manfaatkan, saat ini hari ini milikmu
Bersyukur bertobat beramal dan berdoa
Hari esok masih ada atau tidak aku tak tahu

By: Roch Selasa,11 Agustus 2009

Senin, 10 Agustus 2009

Bila Cinta Kasih Bersemi Di Usia Senja



Bila Cinta Kasih bersemi di Usia Senja

Semua indah yang dilihatnya
Hujan badai tak jadi penghamabat menemui kekasih
Lewat tengah malampun menambah kemesraan menemui kekasih
Kemercik air padasan mengiringi pertemuan dengan-Nya

Kekasih datang mebawa sekuntum keindahan
Kekasih datang menyelimuti kesempurnaan yang dikasihani
Keindahan tersingkap oleh datangnya kekasih
Jiwa larut dalam lautan kasih

Bila jiwa menyatu dalam lautan kasih
Pikiran hina,nesta dan nafsu setanpun takberkutik
Terbenam terkubur dalam genggaman kasih
Hanya jiwa yang teguh dapat mengerti rahasia kasih

Jiwaku terguncang oleh kecantikan Lailla
Kecantikannya memancarkan ciri ciri Illahi
Bagai mana jiwa ini akan menjadi cantik
Bila jiwa ini tak lagi mempunyai kaindahan

Bila jiwa ini tak lagi mempunyai keindahan
Bagaiman kerinduhan bersemi terhadap yang maha kasih
Bila aku tak sedang jatuh cinta pada surga
Maka tak akan aku mencari kesucian

Bulan Romadhan segera tiba
Disanalah anak anak tangga kasih ditunjukan
Kasih naik kejenjang keindahan tertinggi
Melewati anak anak tangga jiwa yang bersujud

Bila Mentari tak sedang Jatuh Cinta
Tak ada cahaya keindahan diwaktu senja
Bila di usia senja tak ada kasih sayang
Disaat tenggelampun tak terpancar keindahan.


by :Roch, Jum'at 7 Agustus 2009

Sabtu, 11 Juli 2009

Jumat, 10 Juli 2009

Jikaku Telah Jadi Kakek

Limapuluh tahun telah berlalu
Kutelusuri hidup yang tiada menentu
Melewati lorong lorong waktu

Kamis, 18 Juni 2009

Kereta Expres Metropolitan


Kereta Expres Metropolitan

Setiap hari di kota Metropoltan, Jakarta ibu kota negri tercinta bagaikan negri yang tak pernah tidur, sejak pagi selepas tengah malam pedagang sayur mayur dan kue kue jajanan hiruk pikuk mengusik senyapnya kota Jakarta belanja dan mejajakan kebutuhan jutaan penduduk yang tak pernah kenyang apa saja dapat dijual belikan dari emas permata hingga kotoran kuda , dari Presiden sampai gelandangan, dari yang cantik hingga yang kudisan, dari penguasa hingga yang tertindas dari Monohara sampai Cici Paramida menyatu dalam permasalahan Ibu kota hingga sulit membedakan mana yang setan dan mana yang manusia semua saling curiga berdampak ketegangan terukir dalam raut wajahnya.
Ketika azan subuh telah berkumandang arus penduduk sudah sulit dikendalikan memadati setra keramaian dari pasar, terminal dan stasion kereta arus penduduk terasa memadati setiap celah jalanan jangankan naik mobil jalan kaki pun mengalami kemacetan ksewrawutan sudah merupakan pemandangan keseharian, hanya kereta expres pelarian, moda transpotasi sarana yang diharapkan, walau berdesak walau kadang terlambat semua setia menanti kedatangannya .
Sutu pagi seperti hari hari biasanya berangkat gelap pulangnya petang naik kereta ekonomi terkadang patas, tergantug banyak uang yang tersedia dalam kantong yang pas-pasan asal cukup sampai akhir bulan dari Bekasi,Kranji,Klender, Jatinegara, Manggarai dan turun Sudirman sambung Metro mini sampai ketempat kerja..
Jam 17 sepulang kerja melalui jalan yang itu itu juga, namun entah kena apa badanku terasa kurang enak ,terbenak pigin kestasion lebih cepat, berharap dapat kebagian tempat duduk di kereta, setelah beli karcis lalu berdiri di peron terdepan menunggu datangya kereta, keretapun segera tiba semua penumpang berlompatan berebut kursi di kereta, memang sebagaian ada yang sengaja membawa kursi lipat, aku pun tak buang kesempatan kudapat duduk pada kursi terdekat, lega rasanya aku dapat duduk sambil menata napas yang masih tersengal belum saja nafas ini tertata datanglah ibu ibu muda yang sedang bebadan dua, menghampiri, permisi pak celatuknya, aku menggeser duduku, selang kemudian datang lagi ibu ibu sama berbadan dua permisi pak namun rasanya pantat ini sudah tak dapat digeser, setelah kutengok kekiri kekanan ternyata kok semua ibu ibu berperut besar, terpaksa kulepaskan kursi telah kuperebutkan, kuberdiri sambil mngamati diding kereta , ternyata disitu tertulis khusus untuk ibu ibu hamil, aduh malu rasanya bercampur geli menyatu dalam gelantungan tiang kereta ,tersirat dalam pikirku inilah kemamuan yang terdorong emosi memaksakan kehenda tanpa peduli kanan kiri, akahirnya malu yang kudapatkan, kututup kan mataku dengan menempelkan mata dilengan yang bergelantungan sambil sekali kali mengintip orang orang diseitar semua diam semua merunduk dan matanya engan ditatap dan menghindar untuk saling bertemu muka entah apa yang dipikirkan, semua diam semua bisu,muka meruduk berpura pura dipejamkan sekaakan tidur lelap, namun telinganya seakan liar mencari informasi hingga sedikit celotehan orang pun akan mejadi pusat perhatian , apakah ini norma dikereta semua diam hanya desir angin dan gemrisik gesekan rel nyaring terdengar, apa lagi kalau pulang terlamabat, ikut kereta penghabisan jam 21.30 berangakat semua terrunduk diam seakan hantu hantu di kereta hingga timbul suatu cerita Kereta hantu suatu malam dari Depok UI -Jakarta, pernah penumpang ketakutan sampai stasion terdekat turun dan tak berani meneruskan perjalanan
Azan magribpun terkadang masih di kereta sampai rumah sudah lewat isak, baru duduk sebentar, sudah larut malam esoknya harus segera berangkat seperti biasanya tersa waktu hidupku habis dijalanan .
Itulah kisah kerja di Metropolitan ,masih untung rumahnya kelewatan jalur kereta kalau tidak jam 5 subu sudah ngejar ngejar angkutan, sungguh sampai kantorpun sudah merupakan perjuangan masihkah dikantor akan saling salah menyalahkan, kekesalanpun terkadang terbawa kerumah ,sungguh kasihan anak istri di rumah sudah bercengkerama pun tak pernah masih dibebani kekesalan, akhirnya tujuan utamanya lepas maunya bekerja untuk membahagiakan keluarga hasilnya membikin kekesalan dirumah
Kondisi demikianlah merupakan salah satupenyebak sikap orang Metropolitan “ Lou lou gua gua ,teman sih teman curiga jalan terus “
Ingat dulu ketika aku masih duduk dibangku taman kanak kanak,keceriahan pun terpancar dalam raut wajahnya walau baju gelepotan dengan premen cokelat tertawa becanda ria tanpa beban , lalu aku semakin besar terpikir akan bahagia bila telah selesai kuliah, ternyata selesai kuliah bingung mencari kerja setelah kerja rasanya akan bahagia kalau sudah punya pendamping, setelah punya pendamping mungkin akan bahagia kalau sudah punya anak, sudah punya anak terpikir enak kalau anak sudah besar dapat berjalan jalan bersama, anak sudah besar tidak ada waktu, ,mungkin enak nati kalau sudah pensiun punya waktu banyak sudah pensiun dan akhirnya sampai matipun kita tak pernah dapat apa apa, sebetulnya banyak yang dapat kita lakukan untuk membahagiakan keluarga, namun kita terlalu banyak kehendak padahal hanya sedikit yang diperlukan, kau diberi makan ,makanlah seperlunya bukan sebanyak banyaknya kau makan akhirnya dimutahkan, kau diberi Dunia, gunakanlah sperlunya bukan kau exploitasi habis habisan, kau diberi hutan , tebanglah seperlunya buan dibabat habis akhirnya jadi petaka.
Nah cerita Kereta Expres Metro Politan kami akhiri disini saja, sekali kali boleh juga nyoba naik Kereta Komuter Metropolitan dari Jatinegara, Periuk, Kota, Tanah abang kembali Jatinegara, Hanya pesan eyang gunakan waktumu sekarang juga jagan kau pikirkan masa lalu hanya menamabah beban waktu sekarang, jangan kau pikirkan masa akan datang itu gaib adanya hanya sang pencipta yang mengetahuinya.
Adios ,selamat malam
Roch, 17 Juni 2009




Selasa, 16 Juni 2009

" SENDIRI "


" Sendiri "
Dimalam sunyi begini
Ku duduk seorang diri
Tiada teman yang menemani
Tiada lagi yang mau peduli

Ku merenung dalam sunyi
Mendegar jeritan hati nan lirih
Mengusik kalbu nan perih
Terasa ingin menjerit didalam sepi

Di suatu saat nanti
Ku pasti akan alami
Didalam kubur nan sepi
Sunyi sepi sedih sendiri

Tak kenal lagi hari telah berganti
Kuamati lengan kaki dan jari jemari
Semakin habis larut kedalam bumi
Sukmaku kembali ke pangkuan Illahi


Roch , 12 Juni 2009



Kutulis puisi ini, kumaksudkan tuk mengingatkanku, mengekang emosi nafsuku dan tuntutan kalbuku untuk saling ingat mengitkan dalam kebaikan agar kita tidak terbelenggu, terjebak, terperangkap dalam lilitan nafsu Dunia

Tidakkah kau perhatikan bahwa Dunia ini adalah kotor berdebu lagi hina, bagaikan tempat tertumpuknya sampah, kotoran bangkai manusia maupun binatang .

Apakah kau bangga dengan duniamu, atau kau telah terlina terkesimak oleh gemerlapnya Dunia dan nyaman dengan kekotoran yang ada, makan dengan sambel trasi yang busukpun nikmat dan ketagihan jadinya hingga kau lupa bahwa usiamu menjelang senja, kereta senjamu siap menjemputmu kapan saja dan mengantarmu keliang lahat.

Apakah kau akan kembali dengan kekotoran dan bau yang tidak sedap, kotoran dibadan dapat dibersihkan oleh para sahabat, kotor dikalbu hanya dapat dibersihkan dengan bertobat.

Marilah kita bertobat, berdoa mohon keampunan NYA dan keridhoanNYA sebelum terlambat :


"Allohumma inna nas'alukal jannah wa maa qorroba ilaiha min qoulin au'amal;Wa na'udzu bika minannaari wa maa qorroba ilaihi min qouli au 'amal."

(Ya.. Alloh.. sesungguhnya kami memohon kepada MU surga dan apa2 yangmendekatkan kami pada surga dengan ucapan dan perbuatan; Dan kamiberlindung kepada Mu dari neraka dan apa2 yang mendekatkan kami pada neraka dari ucapan dan perbuatan).


Amin Amin Ya Robbal Alamin


By : Roch ,12 Juni 2009

Selasa, 26 Mei 2009

Sopo Siro Sopo Ingsun

Sopo Siro Sopo Ingsun
Pernahkah kah kau bertanya siapa dirimu?
Dari mana kamu dan mau kemana kamu?
Dan dimanakah kamu ?
Lalu ku berkaca berputar-putar
Bercermin mgukur kekurangane
Ngilo ngilo ngetung kang elok, ngak-elok
Banjur katon wujud iro (kelihatan bentuknya)
Kang koton (terlihat) tergantung bagai mana melihatnya
Seberapa ketajamanmu
Sedangkan manusi itu banyak kurangnya
Terbatas kemampuanya, ning kadang ora rumongso(tidak merasa)
Margo soko (karena dari)nuruti hawa nabsunya
Dumununge siro iku soko lahir kalawan batin,jiwo lan rogo
(asalmu dari lahir dan batin)
Mulo elingo nyang piture sesepuh kito
(maka ingat akan nasehat para pendahulu kita)
Ajining sariro soko busono (harga badan dari pakaian kita)
Ajining diri soko lati(harga diri dari mulut,ucapan kita)
Kang tegese, dene siro manungso iku akan dihargai ,dikenal badan lahirnya dari busono(pakaian) yang digunakan dan dihargai,dikenal batinnya dari yang dirasakan,diucapkan dan diamalkannya
Dadine yen siro berpakaian tentara maka orang akan mengenalnya tentara
Bila berpakaian kumuh compang camping dikenalnya segai orang miskin atau si gila
Jika suka marah dibilang /dikenal si pemarah
Jika selalu senyum dalam segala kondisi dibilang sumeh
Jika prilakumu sering memberi petunjuk,mengajar ilmu disebut Pak Guru,Pak Ustad
Kabeh mau dadi koco benggolo
mrih gampanging nggonmu mangerteni sopo jatining siro
Nanging opo siro jujur marang kang katon lan siro rasakno
(Namun apa kamu jujur akan yang kamu lihat dan kamu rasakan)
Yen siro Ngrumangsani terbatasnya kemampuanya, mulo kudu legowo marang opo kang di sampaikan sepodo podo (menerima penilaian orang lain) sebagai jedela jauh hari
Bukanya marah marah seperti kata pepatah
“ Buruk rupa cermin di pecah”
Mengingat banyak kekurangan kita,keterbatasan kita , maka untuk mengenal diri kita tidak cukup dari pengamatan kita sendiri, dan harus ada konfirmasi orang lain
Kemudian diturunkalah kamu ke Dunia
Kau telah sanggup sebagai kalifah di Dunia
Diciptakan lah raga, nafsu dan pikiran sebagai pakainmu di Dunia
Lalu kamu berjalan berjalan dan berjalan
Kau dapatkan dua persimpangan
Ada yang lurus licin dan indah
Ada yang naik terjal dan berkelok
Kau harus menetapkan pilihan
Kudu eling lan waspodo, jangan terkecoh oleh yang nampak saja
Kesesatan biasanya jalan mudah dan enak
Kebaikan banyak cobaan dan rintangan
Sebagai kalifah segala putusanmu akan diminta pertanggung jawabannya
Atau tidak menentukan pilihan alias diam ditempat
Itupun sudah merupakan keputusan yang harus dipertanggungkan
Waktu terus berjalan, petunjukpun telah disampaikan
Melalui Al Qur”an dan Rosulnya serta peristiwa, kejadian alam
Dapatkah kau membaca dan mengerti atas petunjuk itu
Ataukah hanya kau lihat sekilas
Atau kau copy paste tanpa sempat kau cerna
Sehingga tak tampak lagi identitasmu karena telah tertimpa segala yang kau rekam
Padahal kau diciptan dengan berbeda beda
Ada yang tinggi ada yang pendek ,kaya miskin,bagus jelek
Semua jadi satu saling melengkapi
Dan difungsikan dan tugas yang berbeda
Kamudian agar saling mengasihi dan menyayangi
Ya Rahman Ya Rohim
Ataukah kau telah menjadi budak nafsu dan Dunia
Kau paksakan kehendakmu
Lalu mana cintamu, mana kasihmu
Masih adakah cinta pada dirimu
Cinta menerima apa adanya, menjalankan perintahnya
Dimanakah kau
Apakah kau telah larut dalam gemerlapnya dunia
Apakahkau terjebak dilembah penderitaan dunia
Ingat ingatlah waktum menjelang habis
Ingat ingatlah sebagai kalifah di dunia
Sebut nama Tuhanmu “ La illaa ha illallah “
Apa yang telah kau lakukan di dunia
Hingga tiba waktunya kau harus tinggalkan dunia
Kau tiada lagi di dunia
Lalu siapa kamu
Kamu adalah amalmu yang kau tinggalkan
Kamu adalah maknamu bagi siapa saja yang kau temukan
Koyo godhong suruh mlumah mengkureb, dinulu seje rupo ginigit nunggal rasa
( seperti daun sirih bolak balik beda rupanya dijadikan satu digigit satu rasanya )
Lahir kalawan Batin, Amal baik Amal jelek beda rupa dan bentuknya diikat jadi satu namanya ya Siro ya Ingsun