Tampilkan postingan dengan label Renungan Malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Malam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Desember 2011

Sampun Ndalu




Sampun Ndalu
Sampun ndalu wedal ipun
Lenggah bale jati tinukir
Anentrem aken penggalih
Kanti tasbeh  ing asto
Wewiritan asmoning kang moho agung
Mrih wonten sasmito kang lumingsir
Kangge tetaler lelampah mangke
Sangsoyo ndalu sang soyo sepi
Mungkari swarane mbanyu kemricik
Najan ngantuk tan diraos
Amanjing telenging roso
Roso ati roso jati
Manunggal dadi siji
Kang manjing jroning sanubari
Lebur dening pangastuti
Tanpo doyo tanpo prayogi
Mung gumantung kersaning gusti
Kapireng swantenipun jroning ati
Karaos  lampahipun  den kaesti
Kang mijilaken laku utami
Lelampahan ingkang praygi mring poro jalmi
Tumraping kang kurang waskito
Lampahipun lajeng sembrono
Nubras sono nubras opo wae kang ono
Gawe ribet gawe rusak ing ngalam ndonyo
By: Roch 09 Des 2011

Selasa, 14 Juni 2011

Udan Angin




Udan Angin

Glayut glayuting mego 
Lumampah jroning gegono
Peteng dedet tanpo Cahyo
Saklebating lintang tan katon
Kemrusuk lakune angin
Ngrontok ake godong kang  garing
Pating bleber pating sliwer
Ngalang ngalangi patingalan
Sang soyo suwe Soyo gede angine
moyak muyek witwitan
 nuruti lakune anging
Udan barat udan angin
Kayo meh mabur
mabur ake sembarang wae
Poro jalmo podo kemrungsung
Poro sato podo ndekukur
Muji kersaning Allah
Narimo opo kang  dadi kersaning
Tan ono kang biso uwal
Marang cobaning
Mung manungso kang pating julimpat




nuruti nalare dewe dewe
Kayo bisa  bisao uwal saka prahoro
Sing nduwe tenogo nggunake tenagane
Sing duwe banda podo nylametke  bandane
Sing rumonso piter nggunake kepinterane
Sing duwe akal nggunake akale
Kabeh mau mung ngupoyo
Mrih bisane uwal soko beboyo
Kang  rumongso oro duwe opo opo


Mung meneng tanpo  doyo
Ing  ngrersaning Kang Moho Agung 
Mung nrimo pasrah koyo dene sato
Tawakal  mujo agunging kang moho kuoso
Yen mangkono meh niru manungso opo niru sato  
By :Roch 14 Juni 2011

Minggu, 01 Mei 2011

Pandangan Mata


PANDANGAN MATA

Urip iku mung wang sinawang
Ladang  orang lebih enak dipandang
Memandang ladang sendiri enggan
Tak pernah puas dengan yang ada
Berhati hatilah menjaga pandang
Apalagi  sampai curi curi pandang
Salah pandang  berakibat salah pengertian
Banyak yang dipandang banyak keinginan
Setiap kau penuhi satu keinginan
Maka tibul seribu keinginan
Karena itu iblis didalam jiwa
Berilindunglah kepada Tuhanmu dari maksiat mata
Pandangan mata menerawang kedepan
Pikiran melayang  entah kemana
Sungguh kerling matamu
Hingga kini sulit kulupakan 
Lindungilah pandanganmu dengan kaca mata
Agar tak silau oleh gemerlapnya dunia
Kalau perlu pakai kacamata kuda
Agar pandangmu lurus kedepan
Banyak kemaksiatan berasal dari mata
Banyak bencana akibat tidak menjaga pandang
Banyak musibah akibat asyik SMSan
(Dan bersabarlah kamu bersama mereka
yang setiap pagi da senja memanggil Tuhannya
 karena mengharap keridhohannya
Dan Jangan kau palingkan kedua matamu  darinya
Hanya  karena mengharap perhiasan kehidupan)(Q-Al Kahfi)
Coba renungkan pandangmu dalam keseharian
Beda pandang beda pula yang dilakukan
Padahal  sama obyek yang dipandang
Namun bila kau sadari
Semua yang terjadi  itu atas kehendak Illahi
Lalu apa yang mesti diributkan
Apa lagi menjadi penyebab perdebatan
Sungguh  tidak mengimani ketetapannya
Sungguh orang yang dibutakan kedua matanya
Dan dengan kebutaannya tetap tawakal
Maka tak layak pahala bginya keculi surge(HQR Turmudzi)
Basuhlah kedua matamu
Ketika mau sembahyang
Pejamkanlah matamu dari yang diharamkan
Dan bertobatlah dari kejahatan pandang
Selagi hayat dikandung badan
By : Roch 01052011

Rabu, 19 Januari 2011

Sepenggal Malam



SEPENGGAL MALAM 

Suatu malam ketika aku dibangunkan
Disepenggal malam yang tinggal sebentar
Kutatap sekelilingku semua diam 
Kutatap istriku dia sedang tidur pulas
Kusambangi anak anaku mereka tudur pulas
Lalu siapa yang membangunkanku 
Kepada siapa aku harus bertanya
Dan siapa yang dapat menjawab
Semua diam semua bisu 
Lalu ku bertanya pada diriku
Bukankah kau telah di bait sebagai kalifah 
Kau sebagai kalifah di lingknganmu
Kau akan ditanya kekalifahanmu
Sedang dirimu tak tahu
Padahal kau merasa paling tahu 
Pernahkah kau tanyakan kekalifahanmu
Pernahkah kau tanya istrimu
Pernahkah kau tanya anak anakmu
Pernahkah kau tanya lingkunganmu 
Padadal merekalah yang lebih tahu tentang dirimu
Dialah yang menjadi saksi hidupmu 
Saat ini dia membisu 
Kau tak pernah menyapa karena kesombonganmu
Saat dirimu telah dibisukan
Merekalah yang akan berkata sebagai saksi hidupmu
Sapalah itrimu apa yang diinginkan darimu
Tanyakan anakmu apa yang diharapkan darimu
Sapalah lingkunganmu karena mereka yang menemani hidupmu
Mungkin pohon pohon  perlu sentuhanmu 
Mungkin celamu kancingnya hilang
Mungkin anak istrimu perlu kasih sayang
Namun kini kau berjalan dengan pikiranmu
Kau berjalan dengan kesibukanmu
Tentang  dirimu saja mungkin nggak tahu 
Coba katakanlah sebutkanlah 
Apakah yang paling utama keperluanmu
Atau sebutkan segala keperluanmu
Selamat kau pikirkan 
Sepenggal pensan di sepenggal malammu
Jangan terlalu lama kau pikirkan 
Keburu siang keburu malaikat meninggalkan 
akhirnya keinginanmu cuma jadi khayalan 


By: ROCH .20-11-2011