Tampilkan postingan dengan label rENUNGAN PAGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rENUNGAN PAGI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Mei 2011

Tetes Air Hujan



Tetes Air Hujan
Hujan gerimis diwaktu pagi
Tetesmu merasap kedalam bumi
Dari daun daun yang kau lewati
Jatuh terpercik terurai membasahi
Tetesmu lembut terbawa  angin
Sejuk merasuk kedalam sanubari
Sungguh suatu kenikmatan suatu pagi
Ketika kududuk duduk  di serambi
Tiada alasan untuk tidak mensyukuri
Dari segala sesuatu yang kau hadapi
Itulah yang terbaik untuk kujalani
Jangan ber andai andai dalam kehidupan
Membuatmu tak  yakin dengan masa depan
Membawa dirimu dalam khayalan
Lalu kau hanya duduk duduk dipembaringan
Menyampaikan lamunmu disela   hujan
Menunggu kekecewaan yang pasti datang
Karena masa depan tidak hanya dikhayalkan
Namun harus disiapkan dari sekarang
Itupun belum tentu sesuai yang  direncanakan
Tahukah dari mana asalmu diturunkan
Dari surga turun kebumi
Tidakkah kau merundukan untuk kembali
Dengan membawa amal selama dibumi
Namun kau malah mencintai dunia
Untuk tinggal selama lamanya
Ingin kau kuasai dunia
Walau takmungkin untuk  kau bawa
Cobalah lihat tetes air hujan
Dari langit turun kebumi
Membasai sawah sawah yang kekeringan
Disanalah tetesnya memberi kehidupan
Lalu ia kembali membawa kenangan
Berupa awan yang tinggi menjulang
Siapakah yang tak merindukan
Tetes Air hujan  dalam kehidupannya

By : Roch 05 Mei 2011


Kamis, 03 Maret 2011

Sebening Embun Pagi





Beningnya Embun Pagi

Pagi hari ketika fajar menyingsing
Embun pagi menetes membasahi
Bening berkilau sebening cahyamu
Indah berseri seindah kasihmu
Sejuk marasuk sukma kalbuku
Sungguh nikmat ketika jalan jalan pagi
Alangkah bahagia berjalan bersama kekasih
Sepanjang jalan  damai berseri
Mari kawan tebarkan kasih
Buat bekal dihari nanti
Ingat kahkau  ketika  baru dilahirkan
Hingga kini ketika  ajal menjelang
Kasih sayang yang kau dambakan
Mengapa  engkau enggan bagikan
Kasih sayang yang masih kau punya
Buat sahabat ,hadai taulan yang mengharapkan

By: Roch ,Jum"at 04 Maret 2011

Rabu, 09 Februari 2011

PAGI HARI KETIKA KUBUKA JENDELA


Pagi Hari Ketika Kubuka Jendela
Kutatap langit masih terlihat bintang


Kedipmu terlihat manja


Seakan menyampaikan berjuta makna


Dalam untaian pesan yang disampaikan


Kepada umat yang ada di jagat raya


Pesan kehidupan dari Yang Maha Kuasa


Sepoi sejuk merasuk sukma


Menyambut makna yang ditebarkan


Walau pesannya berujut isarat


Untuk disingkapkan setiap umat 


Sejuta umat sejuta makna 


Hanya mereka yang di mudahkan 


Akan tahu maknanya


Hanya mereka yang bersungguh sungguh


Dibukakan kunci maknanya


Namun sebagian manusia masih tertidur lelap


Rasa enggan merasuk jiwanya


Terasa berat membuka matanya


Walau suara azan telah mengumandang


Walau kokok ayam bersautan 


Kicau burung berdendang riang 


Pak Hansippun sudah bertalu talu memukul kentongan


Namun tak peduli atas upayanya


Hanya rasa kesal terusik tidurnya


Sungguh bila Allah telah menutup kalbunya


Tiada yang kuasa untuk mengelaknya


Hanya mereka yang dikehendaki akan diberi kemudahan 


Itulah nyata nyata yang Allah pertontonkan


Dari berjuta umat yang menyaksikan 


Berjuta juta sikap yang mereka sampaikan 


Hanya kesadaran diri yang dapat mengungkapkan


Mendekatkan diri kepada yang menebarkan makna


Mohon petujuk kepada yang memberi kehidupan 


"Ihdinash shiraathal mustaqim"

by : Roch 10 Feb 2011