Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Februari 2011

AKHIRNYA KUSENDIRI



Akhirnya  Kusendiri

Sunyi  rasanya hidup ini
Semua enggan tuk menemani
Karena  diriku yang tiada arti
Semua tinggalkan pergi

Kini semakin kurasakan
Tiada yang dapat diharapkan
Semua pergi dengan berbagai alasan
Mungkin takut tertimpa beban

Tak ada yang harus dipersalahkan
Memang semua sudah suratan
Itulah  suatu tahap kehidupan
Yang harus dijalani dengan ketakwaan

Kadang kesal,kadang kecewa
Namun semua itu sia sia saja
Tiada kesal kecewamu merubah ketetapan
Aku rela kau tinggalkan

Denganku kau merasa di permalukan
Akupun merasa jauh untuk di sejajarkan
Selamat  jalan biarkan aku akan sendirian
Menyelusuri tahap tahap kehidupan

Kini  duniaku telah berbeda
Beda dunia beda pula cara memandang
Duniaku  Duniaku, Duniamu Duniamu
Lakum diinukum wa liya diin

By: Roch, 18 Feb 2011

Sabtu, 05 Februari 2011

Ada Apa Denganmu









Ada Apa Denganmu

Apa yang ada  dengan mu
Ada itu dua adanya
Kau ada dalam matinya
Kau ada dalam hidupnya
Hidup itu tiga adanya
Hidup  dekat atau seiring Tuhannya
Hidup  menuruti keinginan dan pikirannya
Hidup  seperti hewan 


yang hanya meneruti naluri dan  nafsunya
Ada apa dengan mu
Hanya kau yang tahu yang ada padamu
Apa Ka  berjalan   dekat dengan Tuhanmu
Atau  berjalan jauh terbawa nafsumu
Hingga  jauh jauh dari Tuhanmu
Semakin besar amplitudonya


 semakin besar  gejolak hidupmu
Semakin tinggi gelombang
Semakin jauh kau terhempaskan
Semakin besar  kekecewaaan kau rasakan
Mengapa kau rasakan kekecewaan
Bahwa  yang terjadi atas kehendak Nya
Bukan atas kemauan manusia atau  kelompoknya
Apa yang membuat dirimu dijauhkan
Bila  keinginamu tak sejalan dengan kehendakNYA
Akhirnya kekecewaan kekecewaan yang kau dapatkan
Kau meyakini kekayaan materi 


 yang akan menyelamatkan
Kau yakini ilmu dunia sebagai petunjuknya
Lalu kau habiskan umurmu untuk mempelajarinya
Karena   derajat  dan kekuasaanmu 


 sehingga kau enggan  merunduk kebawah
Karena kecerdasanmu 


 sehingga  tiada keinginan  mendekat kepada Nya
Ada apa denganmu
Kaulah yang tahu hidup ini kau gunakan
Jujurlah pada dirimu apa telah kau lakukan
Itulah hijab yang menhalangi hidupmu 
Sehingga kau dijauhkan dari petunjukNya
 Petujuk akan diberikan 


kepada mereka yang mendapat hidayah
Hidayah akan diberikan 


kepada siapa saja  yang benar benar menginkan
Hidayah akan diberikan 


kepada siapa saja yang dikehendakiNYA
tanpa mempedulikan derajat pangkat ataukekayaan
Mengapa kau tidak kau tanyakan 


kepada yang mendapat hidayah
Hanya kau yang tahu
Apa yang ada pada dirimu
By : Roch 5-02-2011

Barang siapa yang ditunjukinAllah, maka dia akan mendapatkan petunjuk Nya 


dan barang siapa yang disesatkan Nya 


maka dia  tiada akan memperolehh wali ( guid) 



 ("Al Isra’ (17 ayat 97)

Senin, 24 Januari 2011

DIPERSIMPANGAN JALAN







DIPERSIMPANGAN JALAN 

Setelah aku berjalan
Menjalani suatu kehidupan
Kini kutemukan  jalan bersimpang
Lalu sejenak langkah kuhentikan 
Kemana langkah ini kulanjutkan
Ingatlah  akan tujuan perjalanan
Kemanakah hidup ini kujalankan
Aku berjalan menuruti perintah NYA
Atau aku berjalan atas keinginan
Sudah jauh aku berjalan 
Tak mungkin aku berbalik arah
Tak mungkin aku berhenti ditengah jalan 
Aku tetap harus berjalan 
Kini ku dihadapkan  dua pilihan
Takmungkin harus berlama lama memikirkan 
Kekiri sangat indah banyak pemandangan
Kekanan banyak kelok dan tiada pilihan 
Ketika ku banyak kemampuan 
Karena harta dan kekuasaan 
Banyak sekali pertimngan dan pemikiran
Ketika aku tiada beban 
Harta tiada, kekuasaanpun tak punya
Tiada lagi yang perlu kupertimbangkan 
Aku berjalan sesuai yang telah ditentukan
Kekiri pun ku tak terpesona atas keelokannyan 
Kekanan pun tak ada yang kuragukan 
Aku berjalan bukan mencari keinginan
Aku berjalan bukan ada yang kuharapkan 
Aku berjalan karena menjalankan perintah NYA
Berjalan dan terus berjalan sampai aku dihentikan
Kutulis dan kutulis samapai ku dihentikan
Selamat malam sampai aku menutup mata
By : ROCH 25 01 2011

Kamis, 20 Januari 2011

Gelombang pikiran


GELOMBANG PIKIRAN

Apa yang kau rasakan apa yang kau pikirkan
Pikiranmu akan mempengaruhi kehidupan
Jagalah pikirmu ke jalan yang benar
Jangan kau gunakan pikirmu kejalan kesesatan

Sejak kau bangun hingga ditidurkan
Untuk apa pikiranmu kau gunakan
Pikiranmu suatu anugrah yang diberikan
Suatu kelebihan dari mahluk lainnya

Karena pikiranmu menimbulkan gelombang
Bagai air yang tenang kemudian dikejutkan
Air yang tenang tahu datangnya gelombang
Jiwa yang tenang dapat membaca pikiran

Pikiranmu  mengakibatkn gelombang 
Pikiran jahat jadi gelombang kemungkaran
Pikiran luhur  menumbuhkan  kemaslakatam
Janganlah bermain main dengan pikiran

Bila pikirmu ditujukan pada seseorang
Gelombangnya  akan mempengarui  pikiran
Pikiran sesaat  hanya bikin kejutan
Pikiran berkesinambungan  jadi  akibat

Coba kau ingat ketika tadi kau dibangunkan
Apa yang pertama kali kau pikirkan
Pikiranmu  perwujudan doa yang kau panjatkan
Itulah yang akan kau dapatkan dalam kehidupan


By: Roch , 21-01-2011

Senin, 10 Januari 2011

Seiring Jalan


SEIRING JALAN

Bila kau renungkan lebih dalam 
Dirimu  adalah suatu kesatuan 
Antara jiwa dan raga
Aantar lahir dan batin 
Yang menyatu dalam kehidupan
Untuk menjadi kalifah di Dunia
Namun dalam perjalanannya
Kau dihadapkan berbagai permasalahan 
Karena tuntutan dari luar maupu dari dalam 
Ragamu di kendalikan oleh pikiran dan logika
Jiwamu dikendalikan oleh tuhan Nya
Coba kau renungkan kehidupan yang kau jalankan
Ketika tuntutan luar lebih dasyat
Ketika lingkungan telah memaksakan
Ketika emusimu semakin memuncak 
Sadar atau tidak sadar yang kau lakukan 
Hanya kegiatan ragawi saja
Kau sibuk dengan tuntutan dunia
Kau  Ibadah hanya aktifitas ragawi
Pernahkah kau merasakan kehampaan
Walau kau bawa ragamu kemana saja
Walau segala materi telah kau sediakan
Namun jiwamu bergejolak  melayang enmtah kemana
Kau dapat menguasi ranganya tapi bukan jiwanya
Pernahkah terpikir dalam benakmu
Menjalin kerjasama antar jiwa dan ragamu
Aku  mau makan ingat kamu
Aku mau tidur  ingat kamu
Aku mau ibadah inga kamu
Hidup ini kan seiring sejalan 
Hidup ini tak sendirian 
Jangan bimbang dan ragu 
Bawalah jiwa raga menyelusuri hidupmu

By : ROCH 10 Januari 2011

Sabtu, 01 Januari 2011

Tahun Sewelas



Tahun Sewelas 

Kutatap bintang di langit bebas
Kelipmu nampak semakin jelas
Walau kadang awan melintas
Menyampaikan pesan di tahun  sebelas

Kini kau rasakan udara semakin panas
Akibat nafsu yang kian mengganas
Ingin kehidupan serba bebas
Apa daya keadaan serba terbatas

Berapa lagi umurmu juga nggak jelas
Namun keinginanmu tiada batas
Sedang kemampuanmu sangat terbatas
Sehingga hidupmu terasa was was

Kini kita telah melintas batas
Kedalam kehidupan tahun sebelas
Atasilah semua persaan was was
Hadapilah kehidupan ini dengan iklas

Berlindunglah kepada yang memeberi kehidupan
Atas segala was was yang kau rasakan
Berupa bisikan bisikan kejahatan 
Dari golongan jin dan golongan setan 

Berlindunglah dikala siang maupun malam
Niscaya hidupmu terasa tentram
Terhindar dari segala bencana maupun cobaan
Selamat menjalani kehidupan 
 By : Roch .01012011


(Q.S 114 An NAAS)
Qul a'uudzu bi rabbin naas
Malikin naas
Illaahinnaas
Minsyarril wswaasill khannaass
Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas
minaljinnati wan naas

Senin, 22 November 2010

Apa Salahku dan Apa Dosaku




Apa Salahku dan Apa Dosaku

Aku bersalah karena  aku ada
Karena ada aku larut didalamnya
Karena  raga jiwaku larut bersamanya
Jiwaku  terbawa  melanglang  dunia  fana
Dikendalikan  oleh  hawa  nafsu  dunia
Bersyukur  atas peringatan peringatanNYA
Dengan kewajiban dan laranganNYA
Yang telah ditentukan  waktu dan caranya
Yang menyadarkanku  atas keberadaan itu  fana
Namun  kadangku tak  mau menerima
Seakan keberadaanku  untuk selamanya
Keberdaan  ini  telah membuatku lupa
Keberadaan  menghilangkan sifat sukmaku
Ku tak ingat akan jati diriku
Yang tertinggal hanya sifat akalku
Ku terperangkap  dalam  keberadaan materi
Semua hanya berdasarkan pertimbangan logika
Ku terjebak pada pemikiran sesaat
Ketika umur semakin usang
Keberadaan ini telah mulai memudar
Ketika raga ini semakin renta
Nafsu ini kiyan tak berdaya
Tak sanggup lagi membawa jiwa
Alam baka kini  mulai terlihat samar
Ketika raga ini tak dapat digunakan
Lalu dikembalikan kedalam tanah
Kini baru sadar. Sukma ini tak berdaya
Seperti ketika raga belum diadakan
Yang ada hanya kekuatan  dan kehendakNYA
Itulah sifat sejati sukmamu
Lalu apa salahku dan apa dosaku
Ketika kau tak pedulikan peringatanNYA
Ketika kau diberi fasilitas dunia
Dengan raga sebagi kendaraan
Ketika kamu diadakan
Namun  kau sia siakan
Bukan untuk menjalankan perintahNYA
Dan menjauhi larangan laranganNYA
Itulah salhmu ,itulah dosamu

By: Roch , 22 Nop 2010

Rabu, 03 November 2010

OH KASIH AKU RINDU


OH KASIH AKU RINDU

Lima puluh tahun telah berlalu
Siang malam terbayang wajahmu
Kemanapun  pergi terasa kau disampingku
Kucari dan kucari dari dulu
Kuselusuri setiap lorong lorong waktu
Saat malam kau kumimpikan
Pada Bulan  Kau kutanyakan
Kepada Bintang senyumku kutitipkan
Pada Mentari kutitipkan salam kehangatan

Oh Kasih aku rindu
Kau kutunggu di lembah Toa
Dilereng bukit gunung Tursino
Saat malam yang  sangat tenang
Seperti yang pernah Kau janjikan

OH kasi aku rindu
Ketika suara trompahmu semakin jelas
Kulepas jubahku penutup dosa
Kubasuh semua dosa yang masih ada
Dari ujung kaki sampai umbun umbunan
Agar  kehangattanMu  semakin kurasakan

OH kasih aku rindu
Singgahlah Kau dalam kalbuku
Walau hanya spenggal waktu
Cukup sudah sebagai pelepas rindu
Cukup sudah menerangi kegelapanku
Menghapus  sunami didalam darahku
Meredam letusan didalam jantungku

Oh Kasih aku rindu
Kan ku patuhi semua perintahmu
Kanku tinggalkan semua laranganmu
Kan ku tebarkan salammu
Agar seluruh  alam semesta merasakan kasihmu








By: Roch  04 11 2010

Minggu, 31 Oktober 2010

Harap Cemas


Harap Cemas

Harapan hanya upaya untuk kebanggaan diri
Cemas karena takut harapannya tidak terpenuhi
Harapan hanya akan menghadirkan keakuan diri
Takut membuat dirinya  tiada arti
Takut  membuat  harapan kehadiran Illahi
Pelaut selalu berharap cemas diatas papan
Bila papan dan dirinya telah tiada
Yang ada tinggal tenggelamnya
Gunung  selalu tampak menjulang tinggi
Ketika meletus semua diratakan dengan abunya
Sunami dating dengan gelombang tinggi
Ketika gelombang menghilang
Semua diluluh lantakkan
Suramadu banyak yang mengeklaim atas keberhasilannya
Ketika  semburan lapindo tiada yang mau mengakuinya
Ketika muda siang malam mencari harta
Ketika tua ternyata diperbudak oleh hart
Kasihan dia ketika  mati belum sempat  mengenal  Tuhannya
Percuma  bila kita memiliki harta
Bila akhirnya kita yang dimiliki hartanya bukan Tuhannya
By: Roch,01 11 2010